Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, terus menunjukkan geliat ekonomi lokal melalui pengembangan produk unggulan UMKM. Salah satu yang kini semakin dikenal masyarakat adalah Warung Ibu Siti Hawa, pelaku usaha kuliner tradisional yang mengolah daging kuda menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Usaha yang dirintis secara mandiri ini tidak hanya menghadirkan sate daging kuda sebagai menu utama, tetapi juga mengembangkan berbagai olahan lain seperti krekes kuda (Khas Desa Tepas), abon daging kuda, dendeng hingga goreng (gulai kuda) yang siap saji. Bahkan, inovasi yang cukup unik adalah produksi minyak pejantan yang berbahan dasar dari kuda, yang dipercaya memiliki manfaat tertentu oleh masyarakat.
Dari Supplier Hingga Produk Siap Saji
Keberhasilan Olahan Daging Kuda Pak Samrah tidak lepas dari rantai pasok bahan baku yang terjaga. Daging kuda diperoleh dari supplier lokal yang telah memenuhi standar kelayakan konsumsi, sehingga kualitas bahan tetap terjamin. Proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan tetap mempertahankan cita rasa khas tradisional Sumbawa.
Mulai dari proses pemilihan daging, pemotongan, hingga pengolahan dengan bumbu rempah pilihan, semua dilakukan dengan teliti. Sate kuda dibakar dengan teknik tradisional yang menghasilkan aroma khas, sementara abon dan krekes diolah melalui proses pengeringan dan penggorengan untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang autentik.
Mendorong Ekonomi Desa
Keberadaan UMKM Olahan Daging Kuda Pak Samrah memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Tepas. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, usaha ini juga mendorong pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.
Pemerintah Desa Tepas turut memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan dan promosi, sehingga produk-produk UMKM Desa Tepas semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih luas.
Harapan ke Depan
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner khas daerah, Olahan Daging Kuda Pak Samrah diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi ikon kuliner Desa Tepas.
Penguatan dari sisi pemasaran, kemasan produk, serta legalitas usaha menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk di pasar modern.
Produk lokal seperti sate daging kuda ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa Barat. Sate jaran MENDUNIA
Lokasi RPH (Rumah Potong Hewan) : Klik Di Sini
Lokasi UMKM : Klik Disini